Perjalanan Karier Tinus Pae

133 views

Perjalanan Karier Tinus Pae

Perjalanan Karier Tinus Pae – Pekan pertemuan ke-3 Grup H Piala AFC. Persipura Jayapura dihadapkan dengan Chonburi FC di Stadion Mandala, Jayapura. Keduanya menarget kemenangan agar bisa terus bersandang di puncak klasemen sementara. Akan tetapi Persipura sepertinya sulit ditaklukan ketika bermain di kandang. Dibuktikan dengan cara mereka menoreh gol singkat di menit ke-9.

Ian Louis Kabes dan Boaz Solossa melakukan perpaduan indah di wilayah kiri penyerangan. Boaz selanjutnya menghempaskan assist ke pusat pertahanan musuh. Secara tidak terduga, salah seorang pemain kemudian luput dari pertahanan dan mendribble bola ke gawang Shintaweechai “Kosin” Hathairattanakool. Selebrasi yang pesepakbola ini lakukan dingin dan polos. Walaupun ada sedikit senyuman, ia hanya berdiri tegak. Dan memeluk rekan-rekan satu tim yang mendatanginya. Pesepakbola tersebut adalah Yustinus Pae.

Tipa, begitu sebutan Pae kecil sekaligus panggilan bagi orang-orang yang mengenalnya dengan dekat, semenjak kecil memang cenderung pendiam dan tenang, tidak seperti saudaranya Victor, yang cenderung terbuka dan meledak-ledak. Justru, ia tetap memiliki sikap yang tenang dan berupaya menenangkan adiknya saat saudaranya tersebut tak diijinkan untuk bermain bola oleh ayahnya dan malah disuruh menjadi perawat.

Saat pertama kali tampak, beberapa orang mempunyai anggapan bahwa ia terdapat di daftar tunggu pewaris Boaz Solossa. Tapi kenyataannya, Tipa sebetulnya berumur 3 tahun lebih tua dari Boaz. Walaupun arah kariernya baru membaik pada tahun 2005, Tipa mulai bermain reguler untuk Persipura Jayapura.

Tradisi yg tumbuh di Papua yakni posisi di lini depan lebih dihargai. Anda bakal disebut sebagai pemain yang biasa saja jika berposisi di lini belakang. Dan Tipa mengawali semuanya di jalan yang benar. Ia mulanya berposisi sebagai wing attacker. Seperti umumnya pemain sayap dari Papua, Ia tak sekedar cepat tapi juga bertenaga.

Ia bermain beberapa kali. Namun memang sulit untuk menggeser posisi Boaz Solossa dan Ian Kabes yang saat itu sedang dalam masa emasnya. Kemudian, pelatih Persipura waktu itu, Jacksen F. Tiago, mencoba Tipa bermain di berbagai posisi. Ia akhirnya banyak bermain dari posisi right defender.

Pengalamannya di posisi samping menjadikan Tipa mengerti betul cara mengurus pemain-pemain di posisi tersebut. Ia seperti paham betul ke mana lawannya akan membawa bola. Segalanya terlihat sukar pada awalnya, malah ia sempat cedera panjang. Fullback-fullback yang lebih muda mulai bermunculan seperti Ruben Sanadi dan Roni Beroperay yang menjadikannya bukanlah opsi utama. Akan tetapi ia terus bekerja keras untuk tempatnya di tim.

2 titel juara Liga Indonesia selanjutnya ia persembahkan untuk Persipura sebagai hasil dari perjuangannya. Tipa pun sampai sekarang ini tak dapat digantikan di posisinya, siapapun coach yang meng-handle Persipura. Di gelaran Liga 1 2017 sekarang ini pun Tipa merupakan satu-satunya pemain Persipura yang diturunkan di setiap pertandingan. Ia bisa dibilang sebagai pemain penting di tim. Ricardo Salampessy bahkan mengatakan bahwa Persipura harus segera mendapatkan pelapis yang sepadan untuk Tipa. Usianya saat ini 34 tahun, ia kemungkingan besar akan gantung sepatu dalam waktu yang dekat.

Sekian yang dapat kami sampaikan. Artikel ini kami sadur dari Sumberbola.com. Untuk para pembaca yang ingin membaca berita sepakbola lainnya, dapat langsung saja mengunjungi link ini http://www.sumberbola.com/. Jangan lupa memberikan komentar di kolom yang sudah kami sediakan, dan klik tombol share agar artikel ini dapet dibaca semua orang. Terima kasih sudah berkunjung ke situs kami. Salam Olahraga!!!

Tags: #Persipura Jayapura #Yustinus Pae

Leave a reply "Perjalanan Karier Tinus Pae"

Author: