Tempat Indah di Banyuwangi Ini Pasti Membuat Siapa Saja Tercengang!

271 views

Wisata Banyuwangi semakin populer sebagai tujuan wisata favorit di Indonesia. Area ini rupanya punya segudang pesona wisata yang sanggup menarik traveler dari belahan negeri Nusantara, bahkan dunia. Tak hanya alamnya, budaya serta kuliner di Banyuwangi pun mempunyai daya tarik eksklusif. Tapi sungguh, kontur alam yang berkarakter bertipe pegunungan dan pantai jadi faktor mendasar yang menjadikan Banyuwangi primadona wisata di Jatim. Apalagi, dari sisi geografis, Banyuwangi berada diantara beragam destinasi pariwisata utama di Indonesia, semisal Bali, Surabaya, Malang serta Yogyakarta. Penasaran kan tempat indah apa yang ada di Banyuwangi? Pastinya tempat ini akan membuat kamu tercengang guys!

Kawah Ijen dan Blue Fire. Destinasi satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Ya, Kawah Ijen memang sangat terkenal dengan terdapatnya api biru abadi alias blue fire dikawahnya. Inilah kawah danau termegah di Pulau Jawa, dan ada di ketinggian 2.443 m dpl. Kawah Ijen dibungkus asap belerang, yang menjadikannya menyimpan pesona alam spektakuler berupa danau belerang warnanya biru toska serta api biru. Kamu bisa melirik api biru ketika gelap, yaitu ketika malam hari sampai subuh.

Pantai Pulau Merah. Pantai ini dinamakan Pulau Merah oleh orang-orang Banyuwangi sebab tanahnya berwarna merah serta bentuknya yang persis bukit kecil. Pulau Merah itu berada belum jauh dari Pantai Pasir Putih, kira-kira 100 m, dan cuma bisa diakses jika air laut lagi surut. Pantai Pulau Merah tersohor sebagai lokasi surfing di Banyuwangi, disamping Pantai Plengkung. Pantai Pulau Merah punya ombak stabil di ketinggian 4 sampai 5 m, ideal bagi surfer pemula juga pro. Adanya pantai ini telah dikenal hingga dunia, terbukti dengan digelarnya International Surfing Competition 2013 yang dihadiri surfer dari 20 negara.

Kampung Inggrisan. Sesuai sebutannya, Kampung Inggrisan di Banyuwangi adalah peninggalan histori kolonialisme Inggris di Pulau Jawa. Lokasi yang berjuluk “The English Hamlet” ini awalnya memang peninggalan pemukiman dan pangkalan militer Inggris. Mereka mulai mengendalikan area ini tahun 1763, sebelum konfrontasi kepada Tentara Belanda tahun 1767. Keduanya lalu berbagi wilayah. Akhirnya, Kampung Inggrisan jadi pangkalan tentara Belanda hingga jatuh ke tangan Jepang tahun 1942. Sekarang Kampung Inggrisan jadi barak buat Komando Distrik Militer lokal. Beberapa bagian bangunan yang tetap ada sampai saat ini ialah dinding-dinding di tingkat bawah yang dulu digunakan menjadi kandang kuda, dan 6 ruangan di belakang yang dipergunakan menjadi ruang interogasi dan hukuman buat pejuang Indonesia yang kena tangkap. Ada 6 bungker yang silih terhubung, yang kini belum digali lagi. Lempengan besi yang sedang menyegel bungker ini bertulis “Bum Brothers”, perusahaan sanitasi di Inggris. Sialnya, tempat ini rada kurang terawat. Ada tidak sedikit coret-coretan mengotori situs bersejarah tersebut. Tapi setidaknya, kamu bisa merasakan sensasi “time traveling” saat berkunjung kesini.

Pulau Tabuhan. Jika kamu gemar scuba diving, Pulau Tabuhan bakal memuaskan hobi itu. Air lautnya sangat bening layaknya kaca. Taman laut yang eksotik dengan terumbu karang cantik ditinggali oleh banyak spesies ikan, anemon, udang karang, dan beraneka biota laut lainnya. Disamping pesona bawah air, pantainya pun indah dengan pasir putihnya. Bila beruntung, kamu bisa lihat Burung Maleo khas Sulawesi yang tinggal di alam liar. Tuk sampai di Pulau Tabuhan, kamu musti menempuh jarak 20km dari Banyuwangi. Kamu musti menyeberangi laut lewat Pantai Kampe tuk tiba ke pulau tidak berpenghuni ini. Untuk pergi ke pantai Kampe, lalui saja jalanan setapak yang terdapat di kebun Pasewaran, suatu kebun yang dimanage PT. Perkebunan Nusantara XII. Ada tidak sedikit nelayan di pantai Kampe, dan disediakan pula kapal motor yang sudah siap mengantarmu ke Pulau Tabuhan dengan waktu tempuh kira-kira 30 menit.

Pantai Batu Lawang. Masih belum siap menaklukkan garangnya ombak di G-Land? Jangan khawatir, karena kamu boleh latihan di Pantai Batu Lawang dulu. Ombaknya yang tergolong tidak besar cocok tuk tempat latihan bagi surfer baru, sebelum mencoba ombak Pantai Plengkung yang sebetulnya. Ombak di Pantai Batu Lawang dijuluki “twenty-twenty”. Artinya, surfer membutuhkan waktu 20 menit tuk mencapai ke tengah-tengah laut dengan mendayung, lalu 20 menit sisa menikmati gulungan ombak. Tinggi ombaknya 3 sampai 4 meter. Pantai Batu Lawang dapat dicapai dengan jalan kaki kira-kira 20 menit dari kawasan Pantai Plengkung alias G-Land.

Tags: #Banyuwangi

Leave a reply "Tempat Indah di Banyuwangi Ini Pasti Membuat Siapa Saja Tercengang!"

Author: